Rabu, 13 Oktober 2010

Sejarah Roulette & Presentasi

Jouatoo memungkinkan Anda untuk mencoba dan menguji permainan gratis kasino, rolet, bermain dengan permainan flash gratis gratis kami tidak download atau deposit yang diperlukan. Cukup klik pada permainan di sebelah kiri untuk mempelajari cara bermain rolet untuk bermain bebas!

Sejarah, aturan dan strategi untuk bermain roulette

Semua pemain judi rolet amatir tahu, ini permainan kasino yang terkenal di mana setiap pemain di sekitar meja permainan diatur pada warna, nomor atau jenis kelamin nomor yang akan ditarik. Angka random ini dilakukan dengan menggunakan bola dilemparkan ke dalam wadah yang melingkar berputar dan dilengkapi dengan takik memiliki nomor yang berbeda warna. Permainan ini banyak bermain di kasino. Roulette adalah permainan yang sangat dekat dengan bola permainan kasino, yang dimainkan dengan pelat silinder tetap memiliki 1, 2 atau 3 mahkota masing-masing 9 angka dari 1 sampai 9. Roda dibuat penampilannya di Italia pada awal ketujuh belas abad.
Roulette:
  • Sebuah meja putar (kuningan padat atau laut perunggu giling halus) dimasukkan ke dalam mangkuk kayu bertatah. mangkuk adalah pada kuningan batin baffles dirancang untuk membuat lebih sulit diprediksi drop bola.
  • 37 slot nomor 0-36 (terpisahkan dengan meja putar) bergantian merah dan hitam.
  • Zero berwarna hijau.
Bola:
  • Sebuah bola gading (hari ini damar atau Teflon) yang dealer meluncurkan ke arah berlawanan perputaran roda (melempar bola, ini disebut bahwa alternatif sepanjang rotasi piring setelah setiap keluar angka) dan akan berhenti pada sejumlah rolet.
Tabel game:
  • Di atas meja game kotak warna dan angka pada rolet tertarik (dalam hal ini ilustrasi tabel roulette Perancis juga disebut Eropa)
Dealer:
  • dealer adalah karyawan kasino yang bertanggung jawab untuk memimpin permainan dengan memanipulasi roda dan bola dan mengumumkan fase permainan dengan kalimat berikut:
    • Tempat taruhan Anda
    • die cast
    • Rien ne va plus
    • 14 merah pasang dan hilang (sampel keuntungan output)
Pelat
  • Pelat adalah tanda dari sejumlah uang untuk membeli pemain bahwa kasino kasir.
  • Mereka menetap di kotak meja judi untuk bertaruh pada nomor satu.
  • Jika ia menang, dealer mendistribusikan pendapatan mereka dalam bentuk plak dan token
(Prosedur ini disediakan untuk pengoperasian rolet Prancis dimana chip yang digunakan di meja semua memiliki nilai nominal)
Menang Player
  • Bergantung pada nomor (penuh)? 35 kali taruhan
  • Terakhir dua angka (kuda: contoh: 7-10)? 17 kali pengaturan
  • Ditempatkan pada tiga isu (silang: contoh: 7-8-9)? 11 kali pengaturan
  • Terakhir empat nomor-nomor (persegi: Contoh: 25 -26 hingga 28 - 29)? 8 kali taruhan
  • Terakhir enam nomor (Line Taruhan: Contoh: 13 -14-15-16-17 - 18)? Lima kali taruhan
  • Terakhir dua belas nomor (lusin atau kolom: contoh: kolom 1-34 lusin atau 1-12)? 2 kali taruhan
  • Bergantung pada kesempatan yang sederhana (Hitam-Merah - Ganjil-Bahkan - Kurangnya-Pass)? 1 kali pengaturan
  • Zero hilang bertaruh pada lusinan dan kolom dan update dilakukan pada kesempatan sederhana kehilangan setengah nilai mereka
  • Keuntungan tersebut dicatat dari pemulihan taruhan asli. Artinya, misalnya, nomor tunggal pulih 35 kali taruhan + taruhan!
Sebagai contoh, jika saya menaruh 2 € dipertaruhkan (yaitu saya menaruh satu euro), dan aku melakukan "penuh". Saya mendapatkan 35 kali taruhan. Artinya, saya sembuh 70 + € Aku yakin yaitu 2 €. Jadi akhirnya saya € 72.
Casino kemenangan
  • Dia mengambil kalah taruhan
  • Ada 37 slot dan kasino mendistribusikan kembali 35 kali taruhan untuk pembayaran "penuh"
Keuntungan rumah
  • Tepi rumah adalah jumlah rata-rata kehilangan pemain. Jika taruhan pemain di satu nomor, ada probabilitas 1 / 37 pemain memenangkan rolet Eropa dan menang 35 kali taruhan, dan 36 dari 37 kemungkinan ia kehilangan taruhan. Keuntungan rumah karena:
-1 \ Times \ frac (36) (37) + 35 \ kali \ frac (1) (37) = -0,027 (Ie 2,70%)
Bila output dari nol di Perancis disebut Roulette-begitu, aturan penahanan memungkinkan pemain yang dipertaruhkan pada kesempatan sederhana (hitam, merah, bahkan, aneh, atau sandi hilang) atau untuk memulihkan setengah dari taruhan mereka, baik untuk menempatkan penjara penuh mereka untuk putaran berikutnya. Aturan ini menurunkan tepi rumah di setengah atau 1,35%. Bila output dari nol roulette disebut Inggris, tidak ada aturan dari penjara itu. Pemain yang bertaruh bahkan kemungkinan pemulihan langsung setengah dari taruhan mereka. Keuntungan rumah 1,35% untuk taruhan pada peluang bahkan.
  • Dalam rolet Amerika, yang mencakup kotak centang di samping itu, ganda nol:
-1 \ Times \ frac (37) (38) + 35 \ kali \ frac (1) (38) = -0,0526 (Ie 5,26%)

Dalam hal ini perhitungan sederhana sebesar 2,7% hanya memberikan rasio kerugian total pada taruhan. Kami bermain 37 chip dan Anda kehilangan 1 di 37 bergerak. Tapi ini menyesatkan karena tidak memberikan manfaat nyata dari bank yang dia menaruh apa-apa! Memang, jika bank mendapatkan pemain 36 dan 35, keuntungan bank pada pemutar adalah 36/35 = 2,85%. Jika kami bermain merah atau hitam, jadi 18 nomor, bank memiliki 19 peluang untuk memenangkan 18 dari 37 token dan pemain memiliki 18 peluang untuk menang di 37 juga 18 token. Keuntungan Bank: 19/18 = 5,55%. Situasi bertambah buruk jika Anda bermain pada dua lusin pada suatu waktu atau 24 angka. Extreme kasus: kita bermain 35 angka untuk memenangkan token. Bank memiliki 2 kesempatan untuk memenangkan 35 dari 37 token dan pemain 35 dari 37 kesempatan untuk menang 1. Keuntungan Bank: 70/35 = 100% yaitu 2 kali lebih banyak dari pemain. Pemain telah kehilangan satu set 37 tembakan, atau 2,7% dari taruhannya, tetapi dalam kenyataannya bank telah mendapatkan jauh lebih cepat daripada jika pemain telah bertaruh pada nomor satu. Kami memahami mengapa seorang pemain yang taruhan pada 2 lusin adalah "kehabisan" 10 kali lebih cepat daripada yang memainkan 2 atau 3 nomor sederhana. Jika modal awal Anda adalah 35 taruhan dan Anda memainkan satu nomor, akan mengambil bagian 35 dari 37 bola ke binatu Anda. Jika Anda bermain 35 angka harus menjadi salah satu bagian dari 37 kehilangan segalanya. Namun dalam 2 kasus, anda akan kehilangan "hanya" 2,7% dari semua taruhan. Sebagai kesimpulan, kecuali jika Anda bermain dengan angka, semakin banyak uang Anda berlangsung.
Berbagai jenis roulette
  • Atau disebut rolet Eropa Perancis begitu, dengan silinder yang mengandung 37 angka.
  • Inggris Roulette, yang identik dengan rolet Prancis, tetapi dioperasikan berbeda (jumlah terbatas pemain dan masing-masing memiliki chip warna sendiri).
  • rolet Amerika, yang berbeda dari 2 lain dengan silinder perusahaan yang jumlahnya didistribusikan secara berbeda dan memiliki sejumlah ditambah: nol ganda.
  • Meksiko rolet, yang merupakan replika dari rolet Amerika, tapi dengan 0 triple ekstra.
Laporan pembayaran kemungkinan menang adalah sama untuk ini 3 pertandingan, jelas bahwa rolet roulette Meksiko yang paling tidak menguntungkan bagi pemain.
Martingales, taruhan sistem dan serangan
Matematikawan telah meneliti metode yang berbeda untuk mengalahkan rolet. Metode ini bermain memiliki nama yang berbeda: Martingale implementasi sistem, metode Hawks metode Labouchere, D'Alembert metode, serangan. Perlu dicatat bahwa tidak ada metode ini telah terbukti mampu mengalahkan rolet: divergen atau mewajibkan semua (secara teoritis) suatu kekayaan yang tak terbatas. Kasino telah memperkenalkan batas pertaruhan (atau taruhan maksimum) untuk mencegah penggunaan sistem ini yang dengan demikian menjadi tdk berlaku. Hal ini secara ilmiah membuktikan bahwa tidak satupun dari metode ini memberikan keuntungan atas kasino.

Rakyat Ke Canduan Judi Togel

 Sri Bimbi
Perang terhadap perjudian yang dilancarkan Polri dianggap angin lalu. Perjudian tetap tumbuh subur terutama jenis toto gelap (togel), koprok, remi dan lainnya. Kemiskinan disinyalir menjadi penyebab rakyat kecil memilih bertaruh lewat angka-angka judi demi meraih mimpi mendapat hadiah uang berlipat ganda.
Perjudian kelas menengah ke bawah tetap diminati, bahkan peminatnya bisa jadi lebih banyak ketimbang perjudian kelas menengah atas seperti kasino, judi online dan jenis lainnya. Terbukti, dalam sebulan terakhir sedikitnya 70 kasus judi togel dengan lebih dari 100 tersangka ditangani jajaran Polda Metro Jaya.
Perjudian jenis ini banyak terjadi yakni di wilayah Jakarta Utara, tercatat 47 kasus dengan 77 tersangka. “Kami juga menyita 143 buku rekapan togel, uang tunai Rp13,5 juta dan 3 buah buku tafsir mimpi,” rinci Kapolres Jakarta Utara, Kombes Rudy Sufahriadi.
Hampir setiap hari polisi menangkap penjudi. Petugas Polsek Pelabuhan Sunda Kelapa, Minggu (28/3) menciduk tiga bandar dan seorang pengecer judi togel di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakut, Sabtu (28/3). Tersangka KH, 48, Yt, 36, dan Wd, 51 ditangkap pada saat sedang melakukan transaksi. Sedangkan Mks, 30, ditangkap di warungnya saat mengecerkan judi togel.
“Kami menyita uang tunai Rp220 ribu dan 12 lembar catatan angka ogel,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa, Ipda. Antonius.
Barang bukti yang disita polisi dalam kasus judi togel memang nilainya tidak sefantastis judi bola internet, tapi omzet judi togel bila dilihat dari jumlahnya pemasang, nilainya cukup besar bisa mencapai ratusan juta per bulan. Satu pengecer saja sehari bisa mendapat sedikitnya 30 pembeli. Diperkirakan ada ratusan pengecer togel di Jakarta.
RAKYAT KELAS BAWAH
Togel adalah jenis perjudian tebak angka yang pemutarannya disesuaikan dengan hasil pacuan kuda di Singapura. Jadi nomor-nomor yang dikeluarkan bandar sama persis yang ada di negeri tersebut. Baik pengedar maupun pemasang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah seperti tukang ojek, sopir, pedagang kecil, ibu rumah tangga bahkan juga manula.
Untuk setiap pemasang togel Rp1.000, untuk dua angka yang tembus dapat Rp65 ribu, menang tiga angka dapat Rp450 ribu dan menang empat angka dapat Rp2,5 juta. Jumlah hadiah ini tentu menggiurkan buat orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan.
Tergiur bernasib mujur dengan mendapatkan uang berlipat inilah salah satu penyebab kian suburnya judi togel.
Iming-iming hadiah tak hanya membuat pemasang tergiur. Komisi buat pengedarnya juga membuat orang tertarik. Pengedar mendapat pembagian 25 persen dari hasil penjualan. Rata-rata pengedar mendapat untung Rp20 ribu per hari.
Ini juga yang membuat Yaman,61, menjadi pengecer. “Lumayan, sehari dapat Rp30 ribu bisa buat jajan cucu,” ujar kakek 10 cucu yang ditangkap petugas Polres Jakarta Utara ini.
Alasan ini pula yang dikemukakan Marni, 44, janda dua anak yang menjadi pengecer togel sejak suaminya meninggal setahun lalu. Ia mengaku mendapat uang Rp20 ribu sehari. “Bisa buat kebutuhan hidup Pak,” kata wanita yang ditangkap di Sunter Agung, Tanjung Priok.
LEWAT SMS
Gencarnya razia judi yang dilakukan polisi tak membuat pengelola togel kehilangan akal. Penjualan togel kini tak lagi dengan cara teradisional dengan menjual kupon, melainkan cukup lewat SMS dengan menuliskan angka yang ingin dipasang.
Bandar dan pengecer togel kini menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan konsumennya. Selain mudah dilakukan, ini juga untuk menghindari pelacakan polisi.
Satu bandar yang ditangkap, Kh mengaku setiap hari ada orang suruhan bandar besar, datang mengambil uang hasil penjualan. Setiap hari ia bisa mencapai penjualan sekitar Rp350 ribu dengan komisi 35 persen. Pelanggannya kebanyakan ABK, buruh pabrik serta nelayan.
“Kalau ada yang masang togel, saya langsung kirim ke HP bos,” cerita Kh yang ditangkap petugas Polres Sunda Kelapa. Polisi kini masih mencari-cari DD alias Uc, bandar besar yang disebut Kh sebagai bosnya.
Lain lagi, dengan Sa, pengecer. Agar bisnisnya berlangsung aman dan terhindar dari endusan polisi, ia selalu jemput bola terhadap pemasang. “Saya langsung mendatangi mereka satu persatu naik motor. Konsumen saya catat sesuai dengan nominal pasangan. Mereka saya beritahu nomor yang keluar melalui SMS,” ujar Sa.
Hal senada diakui pengecer togel berinial M.Yunus, 30 dan Kliwon, 35, yang biasa menjalankan bisnisnya di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Pria yang pernah ditangkap polisi karena kasus togel mengaku mendapat upah lumayan yakni mencapai Rp100 ribu perhari.
“Saya ditangkap polisi karena tertangkap tangan jadi pengecer togel. Bos saya lepas tangan dan kabur karena takut tertangkap polisi. Kebanyakan yang pasang togel itu orang kecil seperti tukang ojek, sopir, pedagang makanan dan pengangguran,” tandas M.Yunus. Jenis togel yang dijajakan antara lain Keong Mas, KM, MS dan PKM.
TOGEL ONLINE
Judi togel kini juga dapat diakses melalui internet. Dari penelusuran Pos Kota, tercatat ada enam website pengelola judi togel di dunia maya. Di dalam situs itu setiap hari dapat dilihat data-data daftar penjualan serta angka togel yang keluar.
Di layar situs juga dapat dilihat rumus-rumus tebakan angka. Pengelola juga menawarkan, pemasangan togel lewat situs internet  akan mendapat diskon hingga 57 persen. Janji lainnya, bila menang uang tak perlu melalui bandar yang mengelola judi online, melainkan akan langsung ditransfer langsung dari tauke judi. Pemasang menyetor uang melalui transfer di rekening pengelola.
Namun, untuk masuk menjadi pemain tidaklah mudah. Pemasang harus mendaftar menjadi member, password, serta memberikan nomor kartu ATM dan rekening.  Bahkan untuk member atau pelanggan, dijanjikan akan mendapat komisi khusus bila dapat menarik pelanggan baru.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, mengatakan pengelola judi togel saat ini membangun jaringan melalui SMS. Ini untuk menghindari pelacakan polisi. “Sesuai dengan atensi Kapolda Metro Jaya, perjudian dalam bentuk apa pun harus diberantas. Saat itu di Jatanras Polda Metro Jaya ada 12 pegedar judi togel yang ditangkap,” ungkapnya.
PERJUDIAN JENIS KOPROK
Pihak Polres Jakarta Barat menangkap 10 penjudi koprok di tempat berbeda, Minggu pagi.     Kapolres Jakarta Barat, Kombes Drs A Kamil Razak SH, MH, menjelaskan perjudian dilakukan di rumah kontrakan dengan pemainnya karyawan, penarik bajaj, pekerja bangunan dan pengojek.
“Kegiatan mereka berlangsung setiap malam hari, sepulang mereka mencari nafkah. Mustinya istirahat tetapi digunakan untuk bermain judi,” ujar kapolres didampingi Wakasat Reskrim AKP H. Pujiyarto.
Petugas dipimpin Iptu Kasranto menggerebek rumah kontrakan berlantai dua di Jalan Kebon Pisang RT011/010 Kel. Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Bandarnya Tarmin, 32, yang juga penarik bajaj, diringkus bersama lima pemainnya yaitu Ryan, 28, Yudi, 37, Santosa, 34, Carmin, 42, dan Deden, 49. Barang bukti yang disita uang Rp 271.000.
Selang tiga jam kemudian, Buser Polsek Tanjung Duren dipimpin Kanit Reskrim Iptu H.Johari Bule, juga menggerebek empat warga berjudi remi di tepi Jalan Indraloka VII, Jelambar, Jakarta Barat. Mereka yang ditangkap Joni, 53, Agus, 34, Doni, 24, dan Anggi, 23, dengan barang bukti Rp 107.000.
MENTAL MASYARAKAT
Joko Dwi, Sosiolog UGM (Universitas Gajah Mada), menilai maraknya ‘penyakit masyarakat’ berupa judi lantaran adanya pengaruh perkembangan zaman yang tidak diikuti oleh mental masyarakatnya. Teknologi, dikatakannya menjadi salah satu faktor utamanya.
“Contohnya, mudahnya mengakses internet tanpa ada pengamanan khusus sehingga dapat dengan mudah pula mempengaruhi masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Pos Kota, Minggu (28/3) malam.
Menurutnya, pengimbangan mental masyarakat tersebut jangan hanya sebatas dilakukan di dalam pendidikan formal semata. Namun, pendidikan diluar hal tersebut, sambungnya, sangat diperlukan bagi masyarakat sekitar.
Dalih untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi para pelakunya kerap menjadi alasan atau alibi bagi mereka yang ketangkap dan berurusan dengan polisi. Dalam hal ini, ucap Joko yang juga merupakar pengajar di UGM, polisi harus dapat memberantas secara tuntas.
“Tidak pilih kasih dan pandang bulu. Polisi juga harus berani membongkar dan menangkap para bandar-bandar judinya,” ujarnya. Terlebih, katanya, instansi Polri telah menjadi sorotan masyarakat terkait kasus makelar kasus

Berantas Perjudian Harus Sesuai Aturan


Kalah judi
Bandung, Kepolisian, khususnya jajaran Polda Jabar sangat menyambut baik keinginan masyarakat untuk dilibatkan dalam memberantas kasus perjudian. Namun demikian, dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat tersebut jangan bertindak anarkis dan harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs. H. Muryan Faisal Saladin kepada "GM" di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (20/7) dalam menanggapi keinginan berbagai kalangan di tengah masyarakat untuk ikut dilibatkan dalam pemberantasan praktek perjudian. "Untuk memproses kasus perjudian tidaklah gampang. Seseorang bisa dikatakan sebagai tersangka pelaku perjudian, bila dia tertangkap tangan dan didukung pula dengan bukti-bukti kuat. Kalau tidak, tentu petugas akan mendapat kendala dalam memproses kasusnya," katanya Muryan. Menurut Muryan, Polda Jabar sangat menyambut baik dan berterima kasih bila masyarakat dapat melaporkan di mana saja lokasi-lokasi perjudian yang masih beroperasi di wilayah hukum Polda Jabar. Dengan demikian, polisi akan sangat terbantu dalam menjalankan tugasnya. Ditambahkannya, masyarakat pun bisa menangkap para pelaku, bila melihat adanya praktek perjudian di tengah masyarakat. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak bertindak di luar jalur hukum. "Bila menangkap pelaku langsung serahkan ke kepolisian terdekat. Dalam melakukan penangkapan pun harus ada barang bukti, saksi maupun pelaku. Dalam penegakan hukum, tidak boleh keluar dari landasan hukum. Terlebih lagi, tidak boleh bertindak anarkis," tuturnya. Muryan menjelaskan, dalam mengungkapkan sebuah kasus pidana, tiga unsur harus dipenuhi. Yaitu pelaku, saksi, dan barang bukti harus ada. Bila salah satu unsur itu tidak terpenuhi, akan sulit untuk dibuktikan di pengadilan. "Bila masyarakat mengetahui ada bandar judi yang masih berkeliaran, tetapi tidak terbukti tengah melakukan praktek perjudian, akan sulit untuk dihadapkan ke meja hijau," katanya. Sangat diharapkan Seperti Muryan, Kapolres Sumedang, AKBP Drs. Yoyok Subagiono, S.H., M.Si. juga sangat mengharapkan peran aktif masyarakat dalam memberantas praktek perjudian. Menurutnya, peran aktif masyarakat itu bisa membantu aparat dalam upaya memberantas maraknya penyakit masyarakat (pekat), termasuk perjudian di tengah masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat harus berani menabuh genderang perang terhadap segala bentuk pekat yang sangat meresahkan. "Saya minta seluruh elemen masyarakat Kab. Sumedang secara total berani memerangi penyakit masyarakat, terutama judi, minuman keras, dan prostitusi," katanya, ketika melakukan silaturhami babinkamtibmas dengan masyarakat Kec. Jatinangor dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat di Wisma Caringin Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Rabu (20/7). Dikatakannya, saat ini kepolisian sangat serius dalam memberantas praktek-praktek pekat yang marak di masyarakat. Saat ini, perhatian polisi tertuju pada pemberantasan judi, miras, dan prostitusi. "Ini merupakan kebijakan Kapolri yang harus didukung oleh semua elemen masyarakat," ujarnya. Diakui Yoyok, ia tak akan segan-segan untuk menindak siapa saja yang dengan terang-terangan melakukan praktek-praktek pekat terutama judi, miras, dan prostitusi. Karena menurutnya, tindakan itu bisa membahayakan masa depan bangsa ini. "Siapa pun yang terlibat, akan ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," ujarnya. Dalam masalah perjudian, Yoyok menyatakan perang terhadap segala bentuk judi yang beredar di masyarakat. Saat ini, ia sedang serius menangani masalah penipuan yang menedarkan kupon-kupon sisa togel yang sudah ditutup. "Kami sedang menyelidiki kasus ini. Di Sumedang sisa-sisa kupon togel masih banyak," jelasnya. Libatkan langsung Sebanyak 40 organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas), dan organisasi kemahasiswaan meminta seluruh lapisan masyarakat, terutama para alim ulama untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan judi di Jawa Barat. Selain itu, kepolisian juga diminta untuk melibatkan masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Hal itu menjadi salah satu poin penting rekomendasi yang dimunculkan ke-40 OKP, ormas, dan organisasi kemahasiswaan itu yang berkumpul di Masjid Al-Fajr, Jln. Cijagra Bandung, Rabu (20/7), untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepolisian memberantas perjudian dalam sepekan terakhir. Beberapa organisasi yang hadir adalah Forum Ulama Ummat Islam (FUUI), Gerakan Antimaksiat (Gama), Forum DKM Bandung Raya, Pemuda Persis, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bandung Raya. Selain itu, ada tiga rekomendasi lain yang dirumuskan OKP, ormas, dan organisasi kemahasiswaan dalam pertemuan tersebut. Ketiga rekomendasi itu adalah mendesak DPRD Jabar dan kab./kota untuk membuat peraturan daerah (perda) antimaksiat yang didasarkan pada syariat Islam, mendesak kepolisian untuk memublikasikan secara luas hasil dari upaya pemberantasan judi, termasuk mengumumkan nama bandar judinya. Rekomendasi ketiga adalah seluruh elemen masyarakat siap mendukung upaya pemberantasan judi dalam bentuk apa pun. Sebelum merumuskan dan membacakan rekomendasi, perwakilan dari OKP, ormas, dan organisasi kemahasiswaan itu sempat menyampaikan evaluasinya terhadap pemberantasan judi yang sudah dilakukan Polda Jabar dalam waktu sepekan, yaitu 11-18 Juli lalu, seperti batas waktu yang diberikan Kapolri. Hasil evaluasinya, semua organisasi itu merasa kecewa dan prihatin karena Polda Jabar belum serius melakukan pemberantasan judi seperti yang diinstruksikan Kapolri. "Selama seminggu ini memang sudah ada penangkapan dan upaya pemberantasan judi yang dilakukan kepolisian. Tapi, itu hanya judi kelas kecil seperti togel (toto gelap, red) dan kupon putih. Sejauh ini, tidak ada bandar besar yang ditangkap," kata Hilman dari Rakyat Bersatu. Kekecewaan serupa dilontarkan pula Ketua FUUI, K.H. Athian Ali. "Kita memang sangat prihatin karena polda belum melaksanakan tugasnya dengan tuntas, yaitu menangkap bandar judi besar," tegasnya.

Selasa, 12 Oktober 2010

Sejarah Main Poker


poker

Kita telanjur mengenalnya sebagai kartu “remi”. Padahal “remi” sebenarnya nama salah satu permainan kartu yang oleh orang Inggris disebut playing cards atau card game. Ada 1001 macam permainan kartu. Setiap negara bahkan wilayah suatu negara memiliki jenis permainannya sendiri. Di Tanah Air kita akrab dengan istilah permainan “empat-satu”, “remi”, “cangkulan”, dsb. Namun, yang populer di banyak negara misalnya poker, canasta, blackjack, casino, solitaire, bridge dengan jumlah pemain yang bisa berbeda-beda. Solitaire dan bridge bagi kita barangkali lebih familiar ketimbang yang lain. Solitaire, yang sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun lalu - dan banyak jenisnya - itu dimainkan sendirian, terutama untuk mengisi waktu luang. Jangan heran kalau menjelang jam kerja berakhir di kantor-kantor, mudah dijumpai karyawan asyik memainkannya di layar komputer pribadi (PC), bukan dengan kartu betulan. Maklum, solitaire menjadi program game standar yang di-install di PC. Sedangkan bridge yang harus dimainkan oleh empat orang - biasanya berpasangan - bahkan menjadi salah satu nomor andalan bagi tim Indonesia dalam dunia olahraga untuk meraih kemenangan dalam suatu turnamen bridge internasional.

Seperti kita kenal sekarang, satu pak kartu remi atau poker berisi 52 lembar. Dibagi menjadi empat suit atau jenis kartu (Spade, Heart, Diamond, Club), masing-masing terdiri atas 13 kartu (dari As, 1, 2, dst. sampai King). Plus kartu tambahan berupa dua kartu joker, hitam dan merah.

Kapan dan siapa penemu kartu remi tidak diketahui secara pasti. Diduga embrionya berasal dari daratan Cina atau Hindustan sekitar tahun 800. Bagaimana ceritanya sampai bisa masuk ke Eropa pun agak samar-samar. Mungkin dibawa oleh para pedagang, tentara, atau suku-suku nomaden. Yang jelas, jenis permainan kartu ini - entah datang dari Timur, Mesir, atau Arab - muncul di Italia kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.

Sejumlah ahli sejarah menduga, kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Empat batang tongkat atau anak panah yang sudah ditandai dengan empat simbol berbeda, dilemparkan ke atas altar. Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diinterpretasikan sang pendeta sebagai titah dewa.

Kartu pertama di Eropa (Italia) disebut Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti tablet, dan digunakan antara lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal dari tahun 1470 di Lombardy. Satu setnya 50 kartu, dibagi menjadi lima kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dsb.

Tarot terus berevolusi. Tarot Venetia jumlahnya 78 kartu, termasuk sebuah kartu - namanya il matto (si pandir) - yang diduga sebagai cikal-bakalnya joker modern.

Dulu kartu permainan terbatas dinikmati kaum berduit mengingat harganya mahal. Maklum, masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Setelah sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Prancis.

Sejarah tidak mencatat siapa sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King pada kartu modern. Namun tokoh pada kartu-kartu sebelumnya terus berganti dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari Italia dan Spanyol, keempat kartu King-nya menggambarkan para raja dari kerajaan besar dunia Abad Pertengahan. Lalu ketika Raja Henry III dari Prancis naik tahta, kostum para bangsawan pada kartu berubah mengikuti mode di zaman itu.


Dasar-dasar permainan Poker sudah ada sejak sangat lama, tetapi asal mula Poker yang sebenarnya tidak diketahui dengan jelas.

Bentuk permainan awal dari Poker mencakup Asian betting game pada abad ke-10 dan permainan dari Persia yang dikenal dengan sebutan às nàs. Primero (atau Primera), sebuah permainan asal Eropa yang populer pada abad ke-16 dan 17, memiliki banyak persamaan dengan Poker modern.

Permainan serupa seperti brag di Inggris, pochen di Jerman, dan poque di Perancis, muncul pada abad ke-18.

Para pedagang Perancis memperkenalkan poque ke Amerika Utara pada tahun 1700, yang akhirnya dikenal dengan sebutan modernnya, Poker.

Poker sangat populer di dalam kapal di Sungai Mississippi dan di warung-warung di daerah perbatasan Amerika Barat selama tahun 1800an, saat dek dengan 52 kartu telah menjadi standar dan peraturan permainan mulai dibuat.

Pada abad ke-20, Poker berkembang pesat di Amerika Serikat, dikarenakan banyaknya waktu luang masyarakat dan tempat-tempat perjudian yang bersifat legal di Nevada pada tahun 1931.

Para tentara bermain poker untuk mengisi waktu luang selama Perang Dunia II (1939 – 1945), dan poker menjadi populer sebagai permainan rumahan.

Pada abad ke-20, Poker berkembang pesat di Amerika Serikat., dikarenakan banyaknya waktu dan tempat-tempat perjudian yang dianggap legal di Nevada pada tahun 1931.

Para tentara bermain poker untuk mengisi waktu luang selama Perang Dunia II (1939 – 1945), dan poker menjadi populer sebagai permainan rumahan.

Pada tahun 1970, Binion’s Horseshoe Casino di Las Vegas, Nevada, mulai menyelenggarakan World Series of Poker (WSOP) tahunan. Dimulai dari hanya lima pemain pada awalnya, turnamen ini berkembang menjadi salah satu event terbesar dan terkaya di dunia.

Senin, 11 Oktober 2010

HIGH STAKES POKER SEASON 5 Episode 12

Sejarah Permainan Catur

catur
Permainan catur menurut Wikipedia pertama kali ditemukan di masyarakat Persia dan Arab. Kata 'catur' itu sendiri berasal dari kata 'chaturanga,' yang dalam bahasa Sanskrit berarti 'empat divisi ketentaraan.'

Catur kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan pelbagai varian permainan sampai kemudian kita kenal seperti sekarang.

Permainan ini awalnya menyebar sampai ke Timur Jauh dan India dan menjadi salah satu pelajaran di keluarga kerajaan dan ningrat Persia. Pemuka agama Budha, pedagang yang lalu-lalang di Jalan Sutra mulai memperkenalkan papan catur untuk permainan ini.

Chaturanga masuk ke Eropa melalui Kejaraan Byzantine Persia, dan menyebar ke Kekaisaran Arab. Pemeluk agama Islam kemudian membawa catur ke Afrika Utara, Sisilia, dan Spanyol pada abad ke-10.

Permainan ini kemudian menjadi populer di Eropa. Dan, pada akhir abad 15, permainan ini lolos dari daftar permainan yang dilarang Gereja. Pada abad modern mulai lahir buku-buku referensi catur, kemudian penggunaan jam catur, serta sejumlah aturan permainan dan pemain-pemain hebat.

India
Asal-usul catur modern semula dikenal dengan nama Charuranga, yang berkembang di India pada abad ke-6. Sejak awal permainan ini sudah memperkenalkan dua pihak yang bermain, perbedaan buah catur dengan kekuataan yang berbeda, dan kemenangan tergantung pada buah terakhir, atau dalam catur modern ditandai dengan tumbangnya sang raja. Dalam catur kuno, papan catur memiliki 100 kotak atau malah lebih.

Pada awal abad 19, sebuah pendapat disampaikan Kapten Hiram Cox dan Duncan Forbes bahwa dulu catur dimainkan 4 orang sekaligus, termasuk empat pemain dalam chaturanga.

Dalam terminologi sanskrit, "Chaturanga" berarti "memiliki empat bagian" dan dalam puisi epos kepahlawanan kata itu juga berarti "tentara." Nama itu sendiri bersumber dari sebuah formasi pertempuran dalam epos Mahabrata yang terkenal di India. Chaturanga adalah sebuah simulasi permainan perang guna memperlihatkan kekuatan strategi militer India saat itu.

Ashtāpada, kotak 8 x 8 di sebuah papan merupakan tempat bermain Charuranga. Papan lain yang dikenal di India adalah Dasapada 10 x 10 dan Saturankam 9 x 9.

Ilmuwan Arab Abu al-Hasan 'Alī al-Mas'ūdī memberi rincian tentang penggunaan catur yakni sebagai sebuah alat strategi militer, matematik, perjudian dan terkadang dihubungkan dengan ramalan nasib di India dan tempat lainnya. Catatan Mas'ūdī juga menunjukkan Ivory di India merupakan daerah produsen alat permainan catur untuk pertama kali, menyebarkan serta memperkenalkan permainan ini dari Persia ke India semasa Kerajaan Nushirwan.

Kemudian terjadi evolusi pada permainan chaturanga yang dikenal dengan nama Shatranj (chatrang), yakni sebuah permainan dua orang pemain yang kekalahan dan kemenangan ditentukan melalui pembersihan terhadap semua bidak lawan (kecuali raja) atau melalui penaklukan terhadap raja lawan. Posisi pion dan kuda tidak berubah, tapi bidak lain mengalami perubahan bentuk.

PUKEL


Timur Tengah
Karnamak-i Ardeshir-i Papakan, seorang pendiri Kekaisaran Sassanid Persian di Irak memperkenalkan permainan chatrang sebagai salah satu cara agar rakyat mengenangnya sebagai seorang pahlawan legendaris. Catatan tertua tentang permainan ini dibuat pada abad ke-10 yakni notasi permainan antara seorang sejarawan Baghdad dan muridnya.

Pada abad ke-11, Ferdowsi menuturkan seorang Raja datang dari India untuk melakukan pertandingan di papan catur. Kisah ini diterjemahkan dalam Bahasa Inggris berdasar manuskrip British Museum.

Suatu hari seorang duta besar Raja Hindu datang ke persidangan Persia di Chosroes, dan setelah berbasa-basi, duta besar itu mempersembahkan sebuah papan catur yang terbuat dari kayu eboni dan gading.

Ia lalu melontarkan tantangan: "Oh raja yang besar, temukanlah orang-orang terpandai dan terbijak untuk memecahkan misteri permainan ini. Jika mereka berhasil sesembahan kami Raja Hindu akan memberikannya gelar. Namun jika ia gagal hal itu membuktikan tingkat kepandaian penduduk Persia lebih rendah dan kami akan meminta petunjuk dari Iran."

Utusan itu kemudian menunjukkan papan catur yang ia bawa. Sehari kemudian, setelah berpikir keras, Buzurjmihir, berhasil memecahkan misteri itu dan kemudian mendapat gelar seperti yang dijanjikan.

Eropa
Variasi charunga masuk ke Eropa melalui Persia, seiring penyebaran pengaruh Kerajaan Byzantine dan perluasan Kekaisaran Arab. Catur masuk ke Eropa Selatan pada akhir milenium pertama.

Terkadang catur juga dibawa oleh pasukan yang menduduki tanah jajahan baru, seperti saat Normandia memasuki wilayah Inggris. Catur semula kurang populer di Eropa Utara –yang tak terbiasa berpikir abstrak— namun perlahan-lahan menjadi populer saat bidak figuratif dikenalkan.

Nilai sosial menjadi kelebihan permainan ini –pada masa lalu permainan ini dikaitkan dengan kehormatan dan kebudayaan tinggi— sehingga beberapa papan catur dibuat dari bahan istimewa dan berharga mahal. Popularitas catur melemah di masyarakat Barat antara abad 12 sampai 15 M. Saat itu buku catur biasanya ditulis dalam bahasa Latin.

Pada perkembangannya catur kemudian dihubungkan dengan gaya hidup ksatria Eropa. Peter Alfonsi dalam bukunya Disciplina Clericalis, memasukkan catur ke dalam tujuh keahlian yang harus dimiliki seorang ksatria.

Simbol-simbol perwira dan ketentaraan mulai masuk dalam catur. Raja Henry I, Raja Henry II dan Raja Richard I dari Inggris merupakan patron catur masa itu. Kerajaan lain yang menaruh perhatian serius pada permainan ini adalah Raja Alfonso X Spanyol dan Raja Ivan IV dari Rusia.

Saat gereja mengeluarkan larangan terhadap berbagai permainan di masyarakat, catur lolos dari daftar hitam. Santo Peter Damian mengumumkan permainan ini menjauhkan dampak buruk bagi masyarakat. Bishop Florence itu membela permainan ini karena melibatkan keahlian serta "tidak seperti permainan lainnya."

Pada abad ke 12, buah catur mulai tetap, menjadi raja (king), ratu (queen), gajah/patih (bishops), kuda (knights) dan benteng (rooks). Bidak/pion (pawn) mulai dihubungkan dengan pasukan infantri.

 

PUKEL


Perbandingan terminologi catur menurut Sanskrit, Arabic, Latin dan English,Sanskrit Arabic Latin English

Raja (King) Shah Rex King
Mantri (Minister) Firz Regina Queen
Gajah (war elephant) Al-Phil Episcopus Bishop/Count/Councillor
Ashva (horse) Fars Miles/Eques Knight
Ratha (chariot) Rukh Rochus Rook
Padati Baidaq Pedes Pawn

Pada abad pertengahan, permainan ini berjalan lama, bahkan ada permainan yang baru selesai setelah diadakan berhari-hari lamanya. Peraturan tentang pembatasan waktu baru mulai diperkenalkan tahun 1.300. Aturan pion/bidak boleh melangkah dua bidak saat pertama kali melangkah juga diperkenalkan.

Pada tahun 1.475 terjadi evolusi permainan catur. Mulai diperkenalkan konsep langkah Ratu –buah yang paling kuat—serta mulai diperkenalkan konsep promosi pion yang bisa berubah menjadi ratu. Gajah perang dalam chatunga juga berubah istilah menjadi bishop. Dengan demikian skak mat menjadi lebih mudah di permainan ini dan mengurangi secara drastis langkah-langkah yang diperlukan.

Seorang pemain Italia, Gioacchino Greco, tercatat sebagai pecatur profesional pertama dalam sejarah permainan ini. Ia menulis buku catur dan menampilkan beberapa komposisi permainan serta analisis catur. Karya ini membuat catur menjadi permainan populer serta mulai menunjukkan teori, taktik dan strategi permainan ini.

Karya pertama yang memuat berbagai variasi dan kombinasi kemenangan ditulis oleh François-André Danican Philidor dari Prancis. Ia menunjukan permainan catur terbaik selama 50 tahun terakhir dan buku itu dipublikasi pada abad 18. Bukunya berjudul L'Analyze des échecs (Analisa Catur), sebuah buku berpengaruh hingga dicetak ulang sampai 100 kali.

Era Modern
Kompetisi catur mulai digelar tahun 1.834 dan tahun 1.851 Turnamen Catur London mulai mengenalkan pembatasan waktu bagi setiap pemain.

Dalam catatan pertandingan seorang pemain terkandang menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk menganalisa satu langkah. Tapi di turnamen catur London seorang pecatur hanya diperbolehkan menghabiskan waktu 2 jam 20 menit untuk mengambil satu langkah.

Pada perkembangannya, mulai diperkenalkan catur cepat: catur 5 menit. Namun yang populer adalah aturan dua jam bagi setiap pecatur untuk melangkah sebanyak 30 kali. Pada varian akhir, seorang pemain yang gagal memenuhi kewajiban itu akan mendapat penalti.

Di tahun 1.861 turnamen catur dengan pembatasan waktu mulai dimainkan di Bristol, Inggris. Alat waktu yang digunakan adalah jam pasir.

Jam catur modern dengan dua tombol lalu ditemukan untuk memudahkan permainan ini. Seorang pemain bisa menghentikan jarum jamnya saat ia selesai melangkah. Jam catur yang dilengkapi tanda –bendera jatuh-- bagi pemain yang melampaui batas waktu sudah mulai dikenal pada akhir abad 19.

Minggu, 10 Oktober 2010

Permainan Judi


Di belakang tembok Pasar Kutocilik ada satu bangunan seperti rumah kediaman yang dimanfaatkan untuk usaha perjudian. Meja-meja lapak pedagang pasar juga merupakan tempat berjudi yang digunakan jika pasar mulai sepi. Bermacam-macam jenis perjudian bisa digelar di tempat ini mulai dari sabung ayam (adu jago), rolet/sintir (menebak angka di papan kayu berputar), koprok (tebak dadu), unclang (melempar gelang rotan ke sebuah botol), gangsing (tebak gambar binatang), dan kocok rokok (tebak gambar kartu remi berhadiah rokok).

Arena perjudian digelar hampir setiap hari. Tapi, arena tersebut biasanya ramai saat hari pasaran Pasar Kutocilik, yaitu Selasa dan Jumat. Secara umum setiap permainan judi memiliki dua jenis pelaku yang terlibat di dalamnya, yakni bandar dan gentho (petaruh). Bandar adalah orang yang mengendalikan permainan judi. Mereka membayar pemenang dan menarik uang taruhan pemain lainnya yang kalah. Peran ini bisa dilakukan oleh satu orang maupun beberapa orang. Dari keenam jenis permainan judi di Pasar Kutocilik tersebut dapat disimpulkan bahwa semuanya adalah judi taruhan. Artinya pemain bertaruh sejumlah tertentu uang atas angka, gambar, atau hewan aduan. Bila taruhannya menang, maka dia akan memperoleh hadiah atau uang yang berlipat kali uang taruhannya. Kelipatan uang bergantung kesepakatan antara petaruh dan bandar judinya.

Di Wetankali, pada dasarnya semua kegiatan yang mengandung permainan atau pertandingan bisa dijudikan. Penduduk desa bisa berjudi dengan permainan kartu sampai berjudi atas pertandingan sepak bola yang diselenggarakan di lapangan desa. Bahkan, rangkaian kegiatan pemilihan kepala desa merupakan salah satu ajang perjudian besar-besaran yang menyertakan peredaran uang ratusan juta rupiah. Pokoknya, segala hal yang mengandung unsur pertandingan menang-kalah bisa dijudikan. Berbagai bentuk perjudian yang ada paling tidak bisa digolongkan menjadi tiga ragam pokok, yaitu judi undian, judi taruhan, dan judi permainan-bertanding. Pemilahan ini sebenarnya tidak bisa diterapkan secara tegas karena seringkali ada semacam tumpang tindih antarberbagai ragam perjudian di dalam satu kegiatan judi. Pemilahan ini sekadar memudahkan pengelompokan.

Yang termasuk judi undian adalah berbagai jenis lotre. Pada pertengahan 1990-an, penduduk ingat hingar-bingarnya Porkas, sebuah praktik judi undian yang didukung negara. Konon hampir setiap Rabu sore hingga tengah malamnya, tidak sedikit penduduk yang silih berganti mendatangi bandar porkas dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) di tepi Jalan Raya Kutocilik untuk membeli atau menukar kupon undian. Sekarang, undian porkas dan SDSB sudah tidak ada lagi, tapi praktik judi undian masih dilakukan untuk beberapa jenis lotre. Di Wetankali, ada berbagai jenis lotre mulai dari yang dianggap kecil-kecilan dan dimainkan anak-anak usia sekolah dasar berhadiah telur asin (lotre endog asin) hingga lotre berhadiah motor atau televisi berwarna.

Taruhan pada Pertandingan Olahraga

Dalam judi taruhan, pelaku judi tidak mesti terjun langsung ke dalam permainan atau pertandingan. Permainan atau pertandingan yang menjadi sarana taruhan juga tidak harus berada secara langsung di hadapan penjudi. Dalam bahasa setempat, orang-orang yang mendukung salah satu pihak yang sedang bertanding disebut botoh. Perjudian bisa dilakukan antar-botoh atau antara botoh dan bandar judi. Seperti halnya judi undian, dalam judi taruhan ada unsur tebak-tebakan. Penjudi memilih pihak di antara dua (atau lebih) yang sedang bertanding. Bila pilihannya memenangkan pertandingan, maka dia akan menang.

Apa pun jenis olahraga yang dipertandingkan, judi taruhan bisa diterapkan. Di Wetankali ada tiga jenis olahraga yang populer yaitu sepakbola, sepak takraw, dan bulu tangkis. Dua pertandingan pertama umumnya dilakukan oleh golongan muda dari lapisan sosial menengah ke bawah. Sedangkan bulu tangkis biasanya dilakukan golongan lapisan yang tak lagi muda dari lapisan elit-elit desa.

Ada satu lapangan sepak bola yang juga berfungsi sebagai lapangan upacara dalam agustusan, tempat pemilihan kepala desa, atau tempat diadakannya seni pertunjukan. Dalam beberapa waktu sekali diadakan kompetisi sepakbola antardesa atau antarperkumpulan dari berbagai tempat di sekitaran Wetankali. Pada Agustus-September 2007 diadakan kompetisi sepakbola antarperkumpulan dari berbagai kota kecamatan di Banyumas selatan, Kebumen, dan Cilacap. Ada sekitar 16 perkumpulan yang ikut serta. Acara ini diadakan oleh Paguyuban Wong Kutocilik yang menurut pandangan sebagian orang adalah perkumpulan para pemuda-pemuda bengal dan preman pasar. Konon, diadakannya kegiatan ini pertama-tama adalah sebagai ajang perjudian.


Memang, selain menonton pertandingan beberapa orang biasanya memasang taruhan dengan sesama penonton untuk tim yang didukungannya. Kadang ketua tim yang sedang bertanding juga ikut taruhan mewakili timnya. Taruhan yang dilakukan oleh sesama tim olahraga dikenal dengan istilah maen pinggiran. Biasanya, salah satu perwakilan tim akan menanyakan kepada tim lawan apakah ada pinggirannya atau tidak (maksudnya ada taruhannya atau tidak). Jika disepakati akan ada pinggiran maka masing-masing pihak akan tawar-menawar taruhan. Pertama, salah satu anggota tim akan menanyakan kepada anggota tim berapa besar taruhannya. Hal yang sama juga dilakukan tim lawan. Setelah itu kedua perwakilan bertawar-menawar besarnya taruhan. Jika sudah ada kesepakatan besarnya taruhan, maka kedua tim berjabat tangan sebelum pertandingan di mulai.

Balap Merpati

Selain bisa dijalankan pada pertandingan olahraga, dalam praktinya judi taruhan juga bisa dilakukan dalam adu hewan. Adu hewan yang ada di Wetankali sendiri meliputi sabung ayam (adu jago) dan adu balap merpati (tomprang).

Sampai akhir 1990-an Wetankali terkenal memiliki usaha penangkaran merpati balap yang paling hebat seantero Kutocilik. Usaha itu dijalankan keluarga Cina terkaya yang menjalankan usaha merpati balap sebagai sampingan di antara penghidupan sebagai pedagang penampung hasil bumi. Sekarang usaha peternakan merpati balap yang telurnya saja dihargai 25 ribu rupiah itu bangkrut karena bangkrutnya usaha dagang keluarga tersebut. Meski demikian usaha-usaha serupa yang dijalankan beberapa keluarga Jawa masih bertahan sampai sekarang. Pada musim kemarau akan banyak ditemui orang menggendong sangkar merpati di punggungnya dan mengayuh sepeda ke tanah lapang atau persawahan untuk kemudian melepaskan merpati dari sangkarnya. Taruhan atas merpati balap bisa dilakukan antarpemilik burung atau antar-botoh yang mendukung merpati tertentu yang sedang diadu.

Di Wetankali adu balap merpati disebut omprang atau tomprang. Merpati yang diadu haruslah setara kelasnya. Ada dua kelas merpati, yaitu balap dan lokal. Merpati balap biasanya bertubuh lebih besar dan ringan. Selain itu merpati balap bisa terbang rendah dengan kecepatan tinggi. Dua jenis permainan adu balap merpati didasarkan pada jenis merpatinya, yaitu balapan merpati balap dan balapan merpati lokal.

Balapan merpati balap biasanya dilakukan di tanah lapang yang datar seperti daerah persawahan setelah panen sadhon, lapangan sepak bola, padang gembalaan, dan jalan desa yang sepi lalu-lalang. Tempat-tempat tersebut dipilih karena merpati balap akan terbang rendah (kira-kira 30 cm dari permukaan tanah). Merpati yang mampu terbang di bawah ketinggian rata-rata dianggap lebih istimewa karena bisa lebih cepat mencapai garis akhir lomba. Bila dibandingkan dengan jenis atletik, maka balapan merpati balap adalah jenis sprinternya.

Pada umumnya jarak dari garis start ke garis finish sekitar 500 m atau kurang. Peserta adu balap biasanya berpasangan. Satu orang memegang merpati jantan di garis start atau yang akan diterbangkan dan satu orang lagi di garis finish memegangi merpati betina. Ketika perlombaan dimulai, merpati jantan dilepas disertai teriakan-teriakan dan tepuk tangan orang yang berada di garis start. Pada saat yang sama, merpati betina tetap dipegang sambil dikepak-kepakkan sayapnya (diklepek) sebagai pemancing merpati jantan agar terbang dengan cepat menuju garis finish. Balapan merpati balap jarang diadakan di Wetankali karena tidak mempunyai arena. Penduduk yang ingin mengikutinya harus pergi ke Kulonkali.

Penduduk Wetankali pada umumnya lebih sering mengadakan balapan merpati lokal yang bisa diadakan di mana saja. Jarak yang ditempuh balapan juga lebih jauh. Balapan bisa berjarak antardesa, bahkan bisa pula kecamatan. Dalam balapan jenis ini, merpati balap tidak digunakan karena konon hanya bagus untuk perlombaan jarak pendek. Dibutuhkan jenis merpati yang mempunyai kemampuan nafas panjang dan daya jelajah yang jauh. Kualitas tersebut hanya ada pada merpati lokal. Bila dibandingkan dengan atletik, balapan merpati lokal adalah lari maratonnya.

Seperti juga balapan merpati balap, dalam balapan merpati lokal merpati-merpati jantannya dilepaskan dari tempat tertentu secara bersamaan dan diharapkan mereka akan menuju lokasi yang disepakati peserta perlombaan tempat merpati betinanya berada. Di tempat yang telah disepakati, merpati betina dipegang oleh salah seorang peserta sebagai tanda garis finish. Merpati jantan yang paling cepat kembali ke pangkuan merpati betina, dialah pemenang balapan.

Umur merpati yang bisa dipakai balapan sekitar 1-2 tahun. Merpati lokal bisa dibeli secara langsung di rumah penduduk yang dikenal menangkarkannya. Bisa pula burung-burung itu dibeli di Pasar Kutocilik setiap hari pasaran. Jika membeli di rumah-rumah penduduk, harganya sedikit lebih mahal. Selain karena bisa langsung diuji telebih dahulu, merpati-merpati di rumah peternaknya konon biasanya terpelihara dengan baik karena peternak merpati biasanya juga adalah peminat burung merpati.

Harga seekor merpati lokal jantan yang belum terlatih bisa mencapai 100 ribu rupiah. Untuk betinanya hanya sekitar 25 sampai 30 ribu rupiah saja. Menurut penggemar burung merpati, meskipun di pasar lebih murah (25.000 rupiah sampai 30.000 rupiah) kualitasnya kurang memuaskan. Bisa karena tertipu bentuk fisiknya yang bagus namun tidak mampu terbang cepat atau salah membeli merpati yang sakit. Kalaupun membeli di pasar biasanya merpati yang masih piyik (kecil) untuk dilatih beberapa bulan sampai menjadi merpati aduan. Jenis merpati lokal yang paling mahal adalah gendeng soka. Harga merpati jantan jenis ini bisa mencapai 700 ribu rupiah seekor, itupun yang belum terlatih. Jika sering juara, harganya bisa dua atau tiga kali lipat.

Meski beberapa pemilik merpati aduan mengaku melakukan lomba hanya untuk kesenangan, tidak jarang pemilik merpati mengajak beberapa orang untuk taruhan. Pada umumnya, besaran taruhannya dianggap kecil-kecilan seperti totoan jagung (taruhan jagung pakan merpati) atau dengan uang 20 sampai 50 ribu rupiah saja. Sebutan totoan jagung muncul karena kebiasaan penggemar merpati aduan membawa satu plastik jagung ketika ingin mengajukan tantangan. Jika uang yang digunakan, pemenang biasanya membelanjakan sebagian atau semua uang taruhan untuk membeli jagung. Setiap kilogram jagung (3.000 rupiah) bisa mencukupi tiga pasang merpati (enam ekor) selama tiga hari. Agar bertambah kuat, pemilik burung merpati mencampur jagung dengan beberapa genggam beras merah sebagai makanan tambahan. Harga 1 kg beras merah sekitar 7500 rupiah.

Balapan merpati balap umumnya dikenal sebagai ajang perjudian besar. uang taruhannya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pemain-pemainnya pun kebanyakan orang-orang kaya Kutocilik.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Online Poker Tournament Strategy Tips: Dani "Ansky" Stern

Katharine McPhee - Say Goodbye

Sejarah Perjudian Jakarta

sampah masarakat jakarta

Perjudian! Memang ternyata perjudian masa kini merajalela, terutama judi
buntut. Judi buntut dewasa ini sesungguhnya hanya perpanjangan dari Malaysia
dan Singapura.

Maraknya perjudian buntut ini, dimanfaatkan oleh beberapa media massa cetak
dengan memberikan ramalan nomor yang akan keluar, agar tirasnya meningkat.
Judi-buntut ini ternyata bukan hanya di Jakarta saja, namun sudah
berlangsung di banyak wilayah lain seperti Medan, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Jawa Barat,

mungkin juga sudah di Indonesia bagian Timur seperti Kalimantan.
Itu semua adalah kelanjutan perkembangan judi yang diawali di Jakarta.

Bagaimana Jakarta sebagai Ibu Kota R.I.?
Marilah kita menyimak riwayat perjudian di Jakarta sekitar akhir 1960 hingga
sekarang.

Setelah penyerahan kedaulatan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah kita
di ahkir tahun 1950, mulai nampak kegiatan perjudian di Jakarta.
Hal ini bermula dari pesta-pesta yang dilakukan masyarakat dan jenis judinya
adalah dadu sintir, dadu koplok, main domino, gaple, cemek dan dikalangan
keturunan Tionghoa: mahyong, paykiu dan kartu ceki.
Jenis perjudian tsb. berlangsung hampir pada setiap ada hajatan di
kampung-kampung. Para lurahpun biasanya ikut main! Ini sudah dianggap biasa,
malahan mungkin sudah tertradisi.

Kemudian berkembang dilihat dari sudut jenis permainan judi. Hampir segala
permainan judi “modern” mulai ada yang mengambil inisiatif. Mulailah
diadakan judi gelap yang mencakup jenis rulet, bakarat, blackjack, keno,
dadu; ditambah lagi dengan mesin jackpot. Baru pada jaman ORBA ditambah lagi
dengan mesin micky mouse hingga sekarang.

Siapa yang mengawali penyelenggaraan judi modern di Jakarta???
Perjudian yang bersifat modern di Jakarta, diawali oleh kelompok-kelompok
judi di beberapa wilayah Jakarta.
Mereka terdiri dari beberapa kelompok yang dibedakan satu dengan lainnya
berdasarkan wilayah kegiatannya.
Ada tiga kelompok yang menonjol disekitar tahun 60-an yang merupakan benih
pengembangan perjudian sampai ke tingkat kasino modern.
Sebelum penulis membentangkan semua nama-nama tokoh kelompok , sedikit
menyingung soal “kelompok  SENEN”. Kelompok ini terdiri dari tokoh-tokoh
dunia perjudian yang bermukim di sekitar wilayah Pasar Senen seperti Tanah
Tinggi, sekitar bioskop Rialto (sekarang jadi tempat wayang orang), Bungur
Besar dll.

Yang menonjol ketika itu adalah KENG TO, MEHE, TJENG KIN, kemudian yang lebih muda : ONG, U-U, SEK KWIE (Setan Kecil) yang jika bicara gagap, dengan para asisten mereka yang memang dibesarkan dikalangan “kang ouw” Senen.
Perjudian segala jaman, selalu ada dedengkot yang merupakan God Father-nya.
Nah, ditahun 1960-an dan seterusnya yang menjadi  “pelindung” adalah Kapten
Iman Syafiie, yang sangat terkenal dengan panggilan “Pak PI-IE”.  Pak Pi-ie
ini pernah menjadi menteri dalam kabinet terakhir Bung Karno dalam rangka
“kabinet 100 menteri”.

Penulis masih ingat benar, bahwa setiap ahhir bulan, ada daftar nama-nama
yang selalu diberi bantuan uang kontan. Para pejoang 45 dan para
jandanyapun, diberi bantuan, termasuk jika ada yang sakit atau melahirkan
bayi! Besar kecilnya bantuan, tergantung dari pangkat dan jasa orang yang
bersangkutan.

Ada organisasi yang tidak tertulis, termasuk orang yang bertugas “bidang
kesejahteraan” tsb.! Biasanya pembagian (atau pengambilan uang kontan tsb)
dilakukan di “warung engko ANYI”  di Senen yang letaknya berhadapan dengan
jalan trem dan disebrang sebelah kiri bioskop Rialto.

Terjadilah kasino modern di Jakarta
Dua kelompok lainnya adalah “Kelompok Pasar Baru” dan “Kelompok Kota”.
Tokoh yang paling menonjol dari kelompok Pasar Baru adalah FUK SEN yang
bertempattingal di jalan Kartini, Jakarta Pusat.

Sedangkan dedengkot “kelompok Kota” adalah dua APIANG: APIANG dan APIANG JINGGO di Mangga Besar.

Pada tahun-tahun itu, penyelenggaraan judi masih “gelap”, karena memang
tidak ada ijin resmi dari Pemerintah. Pelaksanaan kasino gelap dengan jenis
permainan, terutama rulet, diselenggarakan di Batu Ceper/Batutulis, Jakarta
Pusat. Ketika itu yang menjadi “pelindung” adalah Kolonel AHMADI, yang juga merupakan tokoh Angkatan 45..

Juga judi gelap semacam itu, dilaksanakan di bilangan Senen/Tanah Tinggi.

Kemudian terjadi dialog-dialog antara Kol. Ahmadi dengan ALI SADIKIN sebagai Gubernur DKI JAYA. Dialog juga diadakan dengan tokoh-tokoh judi tsb. di atas. Kemudian diambil kesepakatan untuk ditenderkan, siapa yang berani

membayar terbesar kepada Pemerintah DKI Jaya, dia yang menang. Dan jumlahnya diadakan secara progresif, artinya setiap berapa bulan, harus meningkat.
Ternyata yang menang adalah APIANG. Dan dalam pelaksanaannya Apiang
bekerjasama dengan FUK SEN. Baru belakangan ONG SENEN juga membuka kasinonya di Mangga Besar dengan tempat yang ketika itu terkenal sebagai Happy World.
Ada gossip ketika itu, bahwa Apiang nekad membayar dengan check mundur yang sebenarnya check kosong. Samapai dimana kebenarannya, tiada yang tahu.  Yang tahupun biasanya hanya mesem-mesem saja! Namun semuanya, pada saatnya, Apiang dapat memenuhi jumlah uang yang tertera di check tsb.

Apiang menyelenggarakan dua kasino, di jalan Hayam Wuruk (terkenal dengan
sebutan Kasino PIX dan Copacabana di Ancol..
Dalam kelanjutan usaha mereka, Apiang dkk. lebih banyak berhasil daripada
Ong. Penyebabnya adalah karena Ong tidak mempergunakan uangnya dengan
manajemen yang baik; sedangkan Apiang berhasil mempergunakan uangnya secara modern dan membuka sebuah bank.

Ketiga kasino tsb. ahkirnya ditutup, karena tumbuh berkembang ekses yang
berbentuk banyaknya para pejabat/petinggi (baik sipil maupun ABRI) yang
kecanduan berjudi di ketiga kasino tsb.

Ada suatu usaha untuk membuka kembali kasino yang akan diselenggarakan di
kapal laut di perairan Jakarta.  Ketika itu, gagasan tsb. sudah disetujui
oleh Gubernur DKI Jaya, menteri Dalam Negeri dan Menko POLKAM, juga didukung oleh dunia intelijen Indonesia ketika itu, namun ditolak oleh presiden
Soeharto!

Di Jakarta inipun, ketika tahun-tahun tsb., pemerintah mengeluarkan ijin
lotere bulanan yang disebut NALO, kemudian jadi mingguan dengan pelaksananya yang berjulukan ROBBY KETEK. Selain itu Jakarta juga dilanda judi HWA HWEE dengan tokoh utamanya CIA KUN dan SEK KWIE, kemudian juga Ong yang membuka Hwa we di Sukabumi.

Sedangkan setiap ada “Pasar Malam” di Monas (bahkan sampai di Semarang dan
Cirebon, Sukabumi dan Bogor), biasanya yang menjadi pachternya ( yang
mendapat ijinnya) adalah yang bernama Cao Po (dedengkot judi dari Semarang,
juga punya bank), Ong Senen, U-U atau SEK KWIE.
Jenis judi di pasar malam, biasanya dengan hadiah-hadiah barang. Juga ada
judi yang pelaksanaannya sambil bernyanyi….

Dewasa ini Jakarta tetap mengadakan judi, sekalipun masih pindah-pindah dan
gelap, tanpa ada ijin resmi dari pemerintah! Tokoh-tokoh lama, kebanyakan
telah meninggal dunia, muncullah tokoh-tokoh baru! Masyarakatpun sudah
mengetahuinya siapa mereka!
Perjudian bola juga merambah kemana-mana, sampai ada situs khusus di
Internet yang mengelola tarohan bola.

Mengapa manusia kecanduan berjudi???
Mungkin sekali dari sejak muncul manusia di planit ini, perjudian memang
sudah digemari; hanya bentuknya saja yang berbeda,
Apakah memang seperti adanya WTS alias PSK, judipun tidak bisa hilang???
Berdasarkan pengalaman sebagai insider (orang dalam pada awal perjudian di
Jakarta) dan pengamatan penulis , ahkirnya penulis mendapat kesimpulan bahwa
orang sampai kecanduan judi, bukan karena kalah atau menangnya, tetapi
karena KEASYIKAN BERJUDI .

Oleh karena itulah para bandar judi sangat jarang kalah uang, karena
keasyikan para penjudi sehingga terjadilah:” kalau menang, tidak mau
berhenti; kalau kalah tambah panas dan kalau menang hari ini, besok kembali
lagi!”

KELUARAN TOGEL

Blogroll